Jumat, 03 Desember 2010

DIET MENURUT GOLONGAN DARAH

Tubuh gendut atau gemuk sangat tidak mengenakkan atau kurang nyaman bagi semua orang, termasuk kita semua. Jangankan kegemukan, kelebihan sedikit berat badan juga kurang bagus bagi kita semua khususnya bagi para kaum muda dan orang tua yang suka menjaga pola hidup atau KESEHATAN mereka. Untuk itu semua orang yang mengalami hal tersebut diatas psti ingin menurunkan berat badan dengan cara DIET.

Dr. Peter J. D’Adamo, seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, yang menemukan model diet ini. Setelah selama 7 tahun melakukan penelitian terhadap 4.000 pasien yang datang ke kliniknya, akhirnya D’Adamo sampai pada kesimpulan, betapa penting pola makan berdasarkan penggolongan tipe darah. Selain jadi sehat, badan pun ikut langsing bila kita rajin mempraktikkan diet ini.

Setiap tipe darah, tulis D’Adamo dalam bukunya, Eat Right For Your Type yang menjadi bestseller di Amerika, akan mengidentifikasikan unsur-unsur asing, entah bakteri, virus, atau darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh, dan menandainya sebagai “teman” atau “musuh”. Begitu juga dengan makanan, yang diidentifikasi melalui lektin (protein yang umumnya terdapat pada makanan). Jika tak cocok, ditandai sebagai “musuh”. Lektin yang tak cocok ini akan membuat sel darah menggumpal (proses aglutinasi). Inilah yang lalu mengakibatkan banyak keluhan kesehatan, seperti terganggunya keseimbangan hormon dan produksi insulin, hingga memunculkan penyakit degeneratif semisal jantung, diabetes, ataupun kanker.

Oleh sebab itu, lektin yang masuk, hendaknya disesuaikan dengan golongan darah kita. Nah, D’Adamo telah membuatkan daftar makanan yang dimasukkan ke dalam golongan sangat baik, netral, dan harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik berarti makanan itu bekerja bagaikan obat. Sedangkan yang netral, boleh dimakan tetapi hanya memberi pengaruh kecil bagi tubuh. Akan halnya yang harus dihindari, tak lain karena makanan itu bagaikan racun bagi tubuh.

Sesuai Kebutuhan Individu
Yang jelas, jika Anda ingin menerapkan diet berdasarkan tipe darah sebagaimana diet-diet lainnya (Dr. Atkints Diet, Zona Diet, Blood Type Diet, Zodiac Diet, ataupun South Beach Diet), disarankan untuk mengonsultasikannya lebih dulu pada dokter atau ahli gizi. Meskipun berbagai macam diet tersebut populer dan bukunya menjadi bestseller di negara asalnya, tidak berarti penerapannya serta merta akan berhasil. “Karena pola makan atau diet setiap orang unik dan berbeda. Apa yang cocok untuk si A belum tentu cocok buat si B,” ungkap Hindah Muaris, praktisi teknologi pangan, gizi, dan kuliner, yang juga penulis berbagai buku resep makanan kesehatan.

Lebih jauh dijelaskan Hindah, pola diet yang benar harus mengacu pada kebutuhan nutrisi. Nah, kebutuhan nutrisi setiap orang tergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, faktor emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita. Selain juga kebiasaan makan berdasarkan lingkungan budaya. Misalnya untuk mendapatkan sumber karbohidrat orang Amerika lebih memilih roti, sedangkan orang Asia makan nasi. Pengetahuan tentang hal-hal ini menjadi acuan untuk menerapkan pola diet yang tepat.

Disamping itu, bagi banyak ahli gizi, diet yang paling direkomendasikan sampai saat ini adalah gizi seimbang. Diet ini menerapkan pola makan yang mengasup protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah sesuai kebutuhan. Artinya, makanan yang kita asup setiap hari harus mengandung semua unsur tersebut.

Misal, hari ini makan nasi untuk sumber karbohidrat, lalu tempe untuk protein, dan minyak untuk lemak. Sementara kebutuhan vitamin dan mineralnya didapat dari oseng buncis dan wortel. Ditambah susu sebagai penyempurna nutrisi yang diperlukan, karena dalam susu terkandung zat gizi lengkap yang diperlukan tubuh kita. Hari selanjutnya, nasi bisa diganti tepung (roti) atau jagung. Yang penting harus bervariasi. Seimbang tapi tidak membosankan. “Dan jangan lupa minum susu setiap hari, karena susu kaya akan zat gizi yang dapat mensubtitusi zat gizi yang mungkin tak terpenuhi oleh bahan pangan lain!” tandas Hindah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kliksaya

statcounter

Pengikut