SOQI untuk Sehat dan Langsing
TUBUH perlu olahraga. Jika tidak, sirkulasi darah tidak lancar, kurang oksigen, metabolisme tubuh menurun, sistem kekbalan menurun, dan akhirnya jatuh sakit. Sekarang ini cenderung orang ingin sehat dan langsing dengan cara instan bahkan banyak program pelangsingan yang menawarkan hasil cepat dan murah. “Jangan pernah bermimpi menjadi sehat, langsing, dan awet muda dengan cara instan,” ungkap Adolfina Grace Tangkudung, Pimpinan sekaligus Pemilik sekolah senam LALA STUDIO.
Ibu dua putri ini menyebutkan, kebanyakan orang merasa dirinya sudah sehat karena dapat bekerja dan beraktifitas seperti biasa setiap harinya. Namun, tanpa disadarinya penyakit telah menggerogoti hingga pada suatu saat jatuh sakit yang justru memakan biaya yang lebih besar. Bukanlah mencegah lebih baik daripaad mengobati?
Berdasarkan penelitian Prof. Dr. Shizuo Inoue asal Jepang, kata Instruktur senam yang telah berpengalaman selama 31 tahun ini, 80% penyakit misterius berasal dari tulang punggung. Kini telah hadir SOQI, sistem manajemen kesehatan yang multi energi yang merupakan solusi kesehatan total. “Sistem saraf terletak pada tulang punggung sehingga terapi ini diharapkan mampu mengoreksi tulang punggung,” ujar Ketua Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia ini.
Pemakaian chi machine selama 10 menit sama artinya dengan berjalan kaki sejauh 2 km. Oleh sebab itu, alat tersebut sangat praktis dipakai oleh orang sibuk dan tidak punya waktu berolahraga, dan dapat dipakai tiap hari di rumah.
Alat ini pula dapat memberi solusi terhadap stroke, asma, tekanan darah tinggi/rendah, diabetes, migrain, asam urat, maag, sinusitis, rematik, kolesterol, sulit tidur, bahkan kanker. Terapi 1 jam dengan far infra red rays yakni pernyinaran dengan sinar infra merah jauh sama fungsinya dengan sinar matahari pagi yang sehat. “Lemak, asam laktat, logam berat dan zat-zat kimia lainnya akan keluar lewat keringat,” jelas Pemegang Sertifikat Gaya Hidup Sehat yang dikeluarkan Depkes RI Tahun 2005 ini.
Terapi SOQI juga berfungsi meregenerasi sel-sel kulit yang mati, menghancurkan lemak serta memperbaiki postur tubuh agar tidak bungkuk. Langsing belum tentu sehat, itu juga yang diakui Grace, begitu ia biasa disapa. Walaupun sudah mengajar senam selama 31 tahun, ia merasa belum cukup sehat. Dari penuturan para ibu di sanggar senamnya, mereka juga ada yang mengeluh sering pusing, migrain, tekanan darah tinggi/rendah, asam urat.
Akhirnya Grace berkesimpulan, senam saja tidak cukup mendapat kesehatan secara total, karena senam hanya untuk kebugaran tubuh, dan belum tentu sehat. “Postur tubuh tegak, penampilan awet muda, wajah yang tidak kusut dapat diperoleh melalui senam. Namun, untuk menjadi sehat, saya melakukan terapi SOQI setiap hari,” kata Perempuan Penerima Peniti Emas Menteri Pemberdayaan Perempuan RI tahun 2005 ini
BLOG DENGAN ANEKA CONTENT GAYA HIDUP, KESEHATAN, TIPS DAN TRIK, BISNIS, CERITA DAN HUMOR
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Agustus 2010
Senin, 17 Mei 2010
MENGENAL GEJALA DIABETES PADA ANAK ANAK
Sebagai seorang manusia yang sudah tumbuh besar menjadi dewasa pastilah tujuan hidup mereka berkeluarga, setelah berkeluarga yang menjadi tujuan mereka adalah mempunyai atau melahirkan anak yang akan menjadi pewaris mereka. Oleh sebab itu kehadiran anak sangatlah penting, dan kita harus selalu memperhatikan anak-anak kita baik dari segi pendidikan maupun yang paling penting adalah KESEHATAN dari anak tersebut. Kenapa demiian karena saat ini anak-anak pun rawan akan terkena penyakit salah satunya adalah DIABETES. bagaimana mengenal gejala atau tanda-tanda seorang anak itu terkena gejala diabetes dan seperti apa diabetes pada anak tersebut, serta bagaimana mengobati diabetes pada anak-anak??
Diabetes melitus adalah penyakit kronik karena gangguan kerja dari insulin. Kondisi ini bisa terjadi sejak masih anak-anak, terutama untuk diabetes tipe 1. Karena itu kenali gejala-gejala diabetes pada anak.
Diabetes tipe 1 pada anak-anak adalah kondisi pankreas yang tidak lagi menghasilkan insulin sehingga anak memerlukan bantuan agar bisa bertahan hidup.
Insulin yang hilang ini bisa digantikan dengan suntikan atau pompa insulin. Jenis diabetes ini dulu dikenal dengan nama diabetes remaja atau diabetes yang tergantung dengan insulin.
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (17/5/2010) tanda-tanda dan gejala dari diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat.
Beberapa tanda berikut adalah:
1. Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan, hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.
2. Anak selalu merasa lapar. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup, maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus.
3. Penurunan berat badan. Meskipun anak makan melebihi biasanya, tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. Tanpa adanya asupan energi dari gula, maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan.
4. Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula.
5. Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal.
6. Penglihatan yang kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas.
7. Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan.
Pada bayi dan anak-anak yang masih kecil, indikasi pertama dari diabetes tipe 1 kemungkinan infeksi jamur yang menyebabkan ruam popok parah dan jauh lebih buruk dari sekedar merah, bengkak atau ruam kulit biasa. Selain itu kelesuan, dehidrasi dan sakit perut juga dapat mengindikasikan diabetes tipe 1.
Pengobatan untuk diabetes tipe 1 adalah komitmen seumur hidup karena membutuhkan pemantauan gula darah secara rutin, pola makan yang sehat
dan olahraga secara teratur bahkan untuk anak-anak.
Karena anak-anak akan terus tumbuh dan mengalami perubahan, sehingga kemungkinan diperlukan dosis atau jenis insulin yang berbeda serta pola makan yang berubah.
Pemantauan kadar gula darah harus dilakukan secara rutin, hal ini penting untuk mencegah anak mengalami hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi) akibat penggunaan insulin yang tidak tepat. Karena kedua kondisi ini bisa memicu timbulnya komplikasi diabetes.
Anak-anak tidak bisa diberikan diet makanan yang ketat, karena anak tetap membutuhkan banyak buah, sayuran, biji-bijian, makanan tinggi gizi dan rendah lemak serta produk hewani yang lebih sedikit. Mengonsumsi makanan yang manis boleh jika sesekali saja, selama masih termasuk dalam recana pola makan anak (plan meal).
Ajaklah anak untuk mendapatkan aktivitas fisik yang teratur, tapi ingat bahwa aktivitas fisik bisa mempengaruhi kadar gula darah hingga 12 jam setelah latihan. Karenanya jika ingin memulai aktivitas yang baru, periksalah kadar gula darah lebih sering dari biasanya untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap kegiatan tersebut.
Meskipun diabetes tipe 1 ini membutuhkan perawatan yang konsisten, tapi seiring kemajuan teknologi dalam memantau kadar gula darah dan pengiriman insulin bisa memudahkan monitoringnya. Dengan perawatan yang tepat, anak-anak dengan diabetes tipe 1 bisa memiliki harapan untuk hidup lebih lama.
Diabetes melitus adalah penyakit kronik karena gangguan kerja dari insulin. Kondisi ini bisa terjadi sejak masih anak-anak, terutama untuk diabetes tipe 1. Karena itu kenali gejala-gejala diabetes pada anak.
Diabetes tipe 1 pada anak-anak adalah kondisi pankreas yang tidak lagi menghasilkan insulin sehingga anak memerlukan bantuan agar bisa bertahan hidup.
Insulin yang hilang ini bisa digantikan dengan suntikan atau pompa insulin. Jenis diabetes ini dulu dikenal dengan nama diabetes remaja atau diabetes yang tergantung dengan insulin.
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (17/5/2010) tanda-tanda dan gejala dari diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat.
Beberapa tanda berikut adalah:
1. Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan, hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.
2. Anak selalu merasa lapar. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup, maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus.
3. Penurunan berat badan. Meskipun anak makan melebihi biasanya, tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. Tanpa adanya asupan energi dari gula, maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan.
4. Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula.
5. Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal.
6. Penglihatan yang kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas.
7. Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan.
Pada bayi dan anak-anak yang masih kecil, indikasi pertama dari diabetes tipe 1 kemungkinan infeksi jamur yang menyebabkan ruam popok parah dan jauh lebih buruk dari sekedar merah, bengkak atau ruam kulit biasa. Selain itu kelesuan, dehidrasi dan sakit perut juga dapat mengindikasikan diabetes tipe 1.
Pengobatan untuk diabetes tipe 1 adalah komitmen seumur hidup karena membutuhkan pemantauan gula darah secara rutin, pola makan yang sehat
dan olahraga secara teratur bahkan untuk anak-anak.
Karena anak-anak akan terus tumbuh dan mengalami perubahan, sehingga kemungkinan diperlukan dosis atau jenis insulin yang berbeda serta pola makan yang berubah.
Pemantauan kadar gula darah harus dilakukan secara rutin, hal ini penting untuk mencegah anak mengalami hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi) akibat penggunaan insulin yang tidak tepat. Karena kedua kondisi ini bisa memicu timbulnya komplikasi diabetes.
Anak-anak tidak bisa diberikan diet makanan yang ketat, karena anak tetap membutuhkan banyak buah, sayuran, biji-bijian, makanan tinggi gizi dan rendah lemak serta produk hewani yang lebih sedikit. Mengonsumsi makanan yang manis boleh jika sesekali saja, selama masih termasuk dalam recana pola makan anak (plan meal).
Ajaklah anak untuk mendapatkan aktivitas fisik yang teratur, tapi ingat bahwa aktivitas fisik bisa mempengaruhi kadar gula darah hingga 12 jam setelah latihan. Karenanya jika ingin memulai aktivitas yang baru, periksalah kadar gula darah lebih sering dari biasanya untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap kegiatan tersebut.
Meskipun diabetes tipe 1 ini membutuhkan perawatan yang konsisten, tapi seiring kemajuan teknologi dalam memantau kadar gula darah dan pengiriman insulin bisa memudahkan monitoringnya. Dengan perawatan yang tepat, anak-anak dengan diabetes tipe 1 bisa memiliki harapan untuk hidup lebih lama.
Sabtu, 07 November 2009
Cara Hidup Sehat

Sebuah TIPS DAN TRIK yang akan kami bagikan kepada para pembaca atau pengunjung blog ini tentang KESEHATAN melalui tulisan cara hidup sehat atau pola hidup sehat.
SEHAT itu nikmat, sehat itu indah." Pernyataan ini bukan dilontarkan sembarang orang, melainkan seorang Ade Rai, atlet binaraga nasional yang kini aktif menjadi penyuluh masalah kesehatan bagi generasi muda.
Kiat pria tinggi besar "berotot kawat" ini dalam menjaga kesehatannya antara lain,
melakukan pola hidup sehat, berolah raga teratur, dan beristirahat yang cukup.
Pola hidup sehat yang dimaksud adalah tidak melakukan hal-hal yang merugikan kesehatan, seperti merokok, minum-minuman keras, melakukan penyalahgunaan narkoba, begadang. Melainkan makan makanan bergizi dan minum (air putih) yang cukup.
"Jadi, saya nggak usah memberi penyuluhan bagaimana cara berhenti merokok,
menghindari penyalahgunaan narkoba, atau menghindari perilaku yang bisa berakibat terinfeksi HIV/AIDS.Tapi cukup mengajak anak muda agar melakukan pola hidup sehat, karena mencakup semuanya,"
Berolah raga secara rutin dapat membuat stamina bertambah dan dapat berpikir secara seportif dan sehat.Sudah berolahraga dengan rutin? Jika Anda sudah melakukannya, pasti sudah banyak pula manfaat yang Anda rasakan selama ini. Baik yang dapat dirasakan secara langsung, maupun yang Anda alami dalam jenjang waktu tertentu. Semua manfaat tersebut, merefleksikan keseriusan dan usaha yang Anda lakukan dalam latihan rutin.
Namun lebih dari itu, banyak hal yang sebetulnya bisa Anda dapatkan dengan
berolahraga. Tidak hanya terwujud pada kesehatan fisik dan kesegaran mental, tapi aktivitas ini juga memberikan kebanggan atas apa yang Anda jalani dengan
tekun.Misalnya, sebagai atlet yang memperoleh prestasi dalam kagiatan keolahragaan. Dengan demikian, timbul rasa senang dan tidak sedikit orang yang menjadikan olahraga sebagai hobby yang harus dipuaskan.
Jumat, 23 Oktober 2009
MINUMAN PENCEGAH INFEKSI SALURAN KEMIH
Minuman sangat banyak macamnya antaralain minuman yang menyakitkan atau minuman yang memabukkan yaitu minuman yang mengandung alkohol. Minuman juga ada yang berfungsi sebagai pelepas dahaga bahkan sangat banyak pula minuman yang menyegarkan bahkan menyehatkan tubuh kita. Dalam tulisan di blog kami kali ini akan kami berikan Tips Dan Trik minuman yang berdampak pada Kesehatan dalam tubuh kita, yaitu minuman pencegah infeksi saluran kemih.
Kabar baik bagi orang yang suka minum kopi, teh dan anggur. Pakar kesehatan mengatakan minuman itu bisa mencegah infeksi saluran kemih. Sedangkan jus apel tidak baik untuk urin.
Beruntung pula bagi pria, karena kelenjar prostat yang terdapat di alat kelaminnya adalah benteng pertahanan masuknya bakteri di saluran kemih.
Hal itu disampaikan oleh Dr. dr. Parlindungan Siregar SpPD.KGH, dalam acara seminar 'Waspadai Efek Dehidrasi Terhadap Kesehatan di Hotel Akmani, Jakarta, Kemis (22/10/2009).
"Kopi, wine, teh, dan minuman teh atau jus sitrus bisa meningkatkan ekskresi (pengeluaran) urin. Dan ekskresi yang tinggi bisa mencegah infeksi saluran kemih," ujar Parlindungan.
Menurutnya, kopi bisa mencegah dan mengurangi batu kantung kemih sebanyak 10 persen, teh 14 persen dan anggur 39 persen.
Parlindungan menjelaskan, ketika ekskresi meningkat, regulasi osmotik dalam tubuh pun akan meningkat. Hormon ADH (Anti Diuretik) lalu akan menurun dan membuat volume urin meningkat.
"Ketika volume urin meningkat, kemampuan antibakteri dalam saluran kemih pun meningkat, dan penyakit batu kantung kemih pun bisa dicegah," jelasnya.
Dijelaskan, urin yang bagus adalah yang warnanya kuning transparan hampir putih, pH netral dan tidak berbau. Harusnya dalam 24 jam, urin dalam tubuh keluar sebanyak 2 liter.
"Jadi, untuk mengeluarkan urin sebanyak itu, tubuh seharusnya minum air lebih banyak lagi dari 2 liter," ujar Parlindungan.
Selain kopi, teh atau wine, minuman lain yang menurut Parlindungan baik untuk mencegah infeksi saluran kemih adalah bir.
"Minum bir juga bagus, tapi ada kontraindikasinya, yaitu meningkatkan asam urat," jelas dokter spesialis penyakit dalam di RSCM itu.
Ada minuman yang baik, ada juga yang sebaiknya dihindari. Menurut studi yang dilakukan Parlindungan, ternyata jus apel tidak baik untuk urin.
"Meskipun apel punya kandungan vitamin yang baik, tapi ternyata bisa meningkatkan risiko batu hingga 35 persen," jelas Parlindungan.
Fakta lainnya yang dibeberkan Parlindungan adalah soal risiko terkena batu ginjal antara pria dan wanita, yang ternyata lebih banyak dialami wanita.
"Saluran uretra pria lebih panjang daripada wanita. Pria juga punya kelenjar prostat, yang ternyata bisa mengeluarkan zat antibiotik untuk melawan infeksi bakteri. Dua perbedaan itu membuat pria lebih sedikit terkena infeksi saluran kemih. Beruntunglah jadi pria," jelas Parlindungan.
Infeksi saluran kemih bisa membuat fungsi ginjal berkurang, rasa sakit setelah kencing dan juga batu ginjal.
"Kalau wanita sudah ada gejala sakit setelah kencing, harus segera diperiksakan. Dan kalau pria juga mengalami itu, hati-hati bisa jadi pertanda kanker prostat," tuturnya.
Untuk itu, membiasakan diri minum air putih 2-3 liter sehari atau sekitar 8-10 gelas (ukuran gelas 250 ml) setiap hari bisa mengurangi risiko infeksi saluran kantung kemih.
"Tapi untuk orang lanjut usia justru sebaliknya ya. Jangan sering-sering minum air, cukup 1,5 liter saja sehari," ucap Parlindungan.
Kelebihan air pada orang lanjut usia ternyata bisa membuat natrium dalam tubuhnya berkurang dan mengalami gejala yang disebut Hiponatrium. Ketika natrium berkurang, tubuh menjadi lemas dan ngantuk.
"Biasanya kalau orang ngantuk atau lemas, apalagi orang tua, gampang kesandung dan akibatnya bisa patah tulang," paparnya.
Kabar baik bagi orang yang suka minum kopi, teh dan anggur. Pakar kesehatan mengatakan minuman itu bisa mencegah infeksi saluran kemih. Sedangkan jus apel tidak baik untuk urin.
Beruntung pula bagi pria, karena kelenjar prostat yang terdapat di alat kelaminnya adalah benteng pertahanan masuknya bakteri di saluran kemih.
Hal itu disampaikan oleh Dr. dr. Parlindungan Siregar SpPD.KGH, dalam acara seminar 'Waspadai Efek Dehidrasi Terhadap Kesehatan di Hotel Akmani, Jakarta, Kemis (22/10/2009).
"Kopi, wine, teh, dan minuman teh atau jus sitrus bisa meningkatkan ekskresi (pengeluaran) urin. Dan ekskresi yang tinggi bisa mencegah infeksi saluran kemih," ujar Parlindungan.
Menurutnya, kopi bisa mencegah dan mengurangi batu kantung kemih sebanyak 10 persen, teh 14 persen dan anggur 39 persen.
Parlindungan menjelaskan, ketika ekskresi meningkat, regulasi osmotik dalam tubuh pun akan meningkat. Hormon ADH (Anti Diuretik) lalu akan menurun dan membuat volume urin meningkat.
"Ketika volume urin meningkat, kemampuan antibakteri dalam saluran kemih pun meningkat, dan penyakit batu kantung kemih pun bisa dicegah," jelasnya.
Dijelaskan, urin yang bagus adalah yang warnanya kuning transparan hampir putih, pH netral dan tidak berbau. Harusnya dalam 24 jam, urin dalam tubuh keluar sebanyak 2 liter.
"Jadi, untuk mengeluarkan urin sebanyak itu, tubuh seharusnya minum air lebih banyak lagi dari 2 liter," ujar Parlindungan.
Selain kopi, teh atau wine, minuman lain yang menurut Parlindungan baik untuk mencegah infeksi saluran kemih adalah bir.
"Minum bir juga bagus, tapi ada kontraindikasinya, yaitu meningkatkan asam urat," jelas dokter spesialis penyakit dalam di RSCM itu.
Ada minuman yang baik, ada juga yang sebaiknya dihindari. Menurut studi yang dilakukan Parlindungan, ternyata jus apel tidak baik untuk urin.
"Meskipun apel punya kandungan vitamin yang baik, tapi ternyata bisa meningkatkan risiko batu hingga 35 persen," jelas Parlindungan.
Fakta lainnya yang dibeberkan Parlindungan adalah soal risiko terkena batu ginjal antara pria dan wanita, yang ternyata lebih banyak dialami wanita.
"Saluran uretra pria lebih panjang daripada wanita. Pria juga punya kelenjar prostat, yang ternyata bisa mengeluarkan zat antibiotik untuk melawan infeksi bakteri. Dua perbedaan itu membuat pria lebih sedikit terkena infeksi saluran kemih. Beruntunglah jadi pria," jelas Parlindungan.
Infeksi saluran kemih bisa membuat fungsi ginjal berkurang, rasa sakit setelah kencing dan juga batu ginjal.
"Kalau wanita sudah ada gejala sakit setelah kencing, harus segera diperiksakan. Dan kalau pria juga mengalami itu, hati-hati bisa jadi pertanda kanker prostat," tuturnya.
Untuk itu, membiasakan diri minum air putih 2-3 liter sehari atau sekitar 8-10 gelas (ukuran gelas 250 ml) setiap hari bisa mengurangi risiko infeksi saluran kantung kemih.
"Tapi untuk orang lanjut usia justru sebaliknya ya. Jangan sering-sering minum air, cukup 1,5 liter saja sehari," ucap Parlindungan.
Kelebihan air pada orang lanjut usia ternyata bisa membuat natrium dalam tubuhnya berkurang dan mengalami gejala yang disebut Hiponatrium. Ketika natrium berkurang, tubuh menjadi lemas dan ngantuk.
"Biasanya kalau orang ngantuk atau lemas, apalagi orang tua, gampang kesandung dan akibatnya bisa patah tulang," paparnya.
Langganan:
Postingan (Atom)