Bersyukurlah dalam segala hal, bukan hanya pada saat suka atau bahagia tetapi juga saat duka atau sedang menghadapi masalah. Pada saat suka kita mudah untuk bersyukur, tetapi pada saat duka, bagaimana kita dapat bersyukur? Agar dapat bersyukur, maka kita perlu melihat manfaat atau hal positif dari setiap peristiwa yang kita alami. Misalnya saat kita mengalami kecelakaan dan mengalami patah kaki, maka banyak orang yang masih dapat mengatakan “Untung hanya kakinya saja yang patah, bagaimana kalau langsung meninggal?”, atau kita dapat juga bersyukur karena dengan mengalami patah kaki, maka kita dapat berjumpa dengan teman dan saudara, karena mereka datang menjenguk kita yang sedang sakit.
Dengan bersyukur maka kita pun menyadari berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita, sehingga kita menjadi rendah hati. Selain banyak juga hal positif yang dapat kita peroleh bila kita selalu bersyukur.
Syukur membuat kita mengalami Sukacita, memiliki keYakinan, mencapai Usia lanjut, memiliki Kasih, membentuk menjadi manusia Unggul, dan memiliki ke-Ramah-an. Sukacita kita peroleh karena dengan bersyukur kita dapat melihat hal positif di balik segala peristiwa. Bersyukur membuat kita menyadari bahwa Allah mengasihi kita, sehingga kita memiliki keyakinan untuk terus menghadapi hidup mendatang. Sukacita dan keyakinan ini membuat kita hidup tenang sehingga (mudah-mudahan) dapat mencapai usia lanjut.
Dengan mau belajar dari setiap peristiwa yang kita alami, maka hal ini membentuk diri kita menjadi manusia unggul yang tahan banting. Syukur juga membuat kita dapat menguasai emosi, sehingga kita dapat tetap ramah kepada semua orang. Marilah kita selalu bersyukur atas setiap peristiwa yang kita alami ….
BLOG DENGAN ANEKA CONTENT GAYA HIDUP, KESEHATAN, TIPS DAN TRIK, BISNIS, CERITA DAN HUMOR
Tampilkan postingan dengan label makna kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makna kehidupan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Desember 2010
Jumat, 03 Desember 2010
KEKAYAAN YANG DI BERKAHI
TIPS DAN TRIK
Ketika ada pertanyaan. Penting mana, kaya atau berkah? Tergantung tolak ukur yang digunakan, bila hanya berpikir mendapatkan dan mengumpulkan uang semata maka memilih kaya dengan cara apapun. Namun bila yang digunakan adalah tolak ukur adalah kehalalan, uang yang diterima bersumber pada yang benar dan diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka memilih keberkahan.
Di zaman seperti sekarang ini, banyak orang mengatakan 'Mencari yang haram aja susah, apalagi mencari yang halal' sehingga mencarinya dengan segala cara, mengejar materi yang penting pokoknya dapat. yang penting, kaya. Mengabaikan yang halal dan haram seolah menjadi lumrah. Namun bila kita cermati secara seksama harta yang banyak berarti kemudahan, kesenangan, menghadirkan kegembiraan berujung derita karena didapat dari sumber yang haram. Demikian juga yang hartanya sedikit, susah, tidak menyenangkan ternyata akhirnya membahagiakan karena didapat dari sumber yang halal.
'Akan datang suatu zaman manusia dimana cita-cita mereka untuk kepentingan perut mereka, kemuliaan mereka dilihat dari atribut perhiasan mereka, kiblat mereka adalah perempuan yang molek dan agama mereka adalah uang dan harta benda, mereka itulah seburuk-buruknya generasi. Dan tidak ada kebaikan disisi Allah.' (HR. ad-Dailami).
Kekayaan tidak menjamin hidup kita bahagia, sebagaimana kemiskinan bukan jaminan hidup kita susah. Alangkah indahnya bila kita menjadi orang kaya yang berkah karena kekayaan yang membawa keberkahan menghadirkan segala kebaikan, menghapus kegelisahan, menghilangkan keputusasaan, menambah optimis dan mengokohkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Teman, Mari kita sama2 berdoa memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan rizki yang membawa keberkahan untuk kita dan keluarga kita,
'Ya Allah, curahkanlah keberkahan dari apa-apa yang telah Engkau berikan rizki kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.' (HR. Ibnu As-Sani).
Ketika ada pertanyaan. Penting mana, kaya atau berkah? Tergantung tolak ukur yang digunakan, bila hanya berpikir mendapatkan dan mengumpulkan uang semata maka memilih kaya dengan cara apapun. Namun bila yang digunakan adalah tolak ukur adalah kehalalan, uang yang diterima bersumber pada yang benar dan diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka memilih keberkahan.
Di zaman seperti sekarang ini, banyak orang mengatakan 'Mencari yang haram aja susah, apalagi mencari yang halal' sehingga mencarinya dengan segala cara, mengejar materi yang penting pokoknya dapat. yang penting, kaya. Mengabaikan yang halal dan haram seolah menjadi lumrah. Namun bila kita cermati secara seksama harta yang banyak berarti kemudahan, kesenangan, menghadirkan kegembiraan berujung derita karena didapat dari sumber yang haram. Demikian juga yang hartanya sedikit, susah, tidak menyenangkan ternyata akhirnya membahagiakan karena didapat dari sumber yang halal.
'Akan datang suatu zaman manusia dimana cita-cita mereka untuk kepentingan perut mereka, kemuliaan mereka dilihat dari atribut perhiasan mereka, kiblat mereka adalah perempuan yang molek dan agama mereka adalah uang dan harta benda, mereka itulah seburuk-buruknya generasi. Dan tidak ada kebaikan disisi Allah.' (HR. ad-Dailami).
Kekayaan tidak menjamin hidup kita bahagia, sebagaimana kemiskinan bukan jaminan hidup kita susah. Alangkah indahnya bila kita menjadi orang kaya yang berkah karena kekayaan yang membawa keberkahan menghadirkan segala kebaikan, menghapus kegelisahan, menghilangkan keputusasaan, menambah optimis dan mengokohkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Teman, Mari kita sama2 berdoa memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan rizki yang membawa keberkahan untuk kita dan keluarga kita,
'Ya Allah, curahkanlah keberkahan dari apa-apa yang telah Engkau berikan rizki kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.' (HR. Ibnu As-Sani).
Langganan:
Postingan (Atom)