Bersyukurlah dalam segala hal, bukan hanya pada saat suka atau bahagia tetapi juga saat duka atau sedang menghadapi masalah. Pada saat suka kita mudah untuk bersyukur, tetapi pada saat duka, bagaimana kita dapat bersyukur? Agar dapat bersyukur, maka kita perlu melihat manfaat atau hal positif dari setiap peristiwa yang kita alami. Misalnya saat kita mengalami kecelakaan dan mengalami patah kaki, maka banyak orang yang masih dapat mengatakan “Untung hanya kakinya saja yang patah, bagaimana kalau langsung meninggal?”, atau kita dapat juga bersyukur karena dengan mengalami patah kaki, maka kita dapat berjumpa dengan teman dan saudara, karena mereka datang menjenguk kita yang sedang sakit.
Dengan bersyukur maka kita pun menyadari berbagai kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita, sehingga kita menjadi rendah hati. Selain banyak juga hal positif yang dapat kita peroleh bila kita selalu bersyukur.
Syukur membuat kita mengalami Sukacita, memiliki keYakinan, mencapai Usia lanjut, memiliki Kasih, membentuk menjadi manusia Unggul, dan memiliki ke-Ramah-an. Sukacita kita peroleh karena dengan bersyukur kita dapat melihat hal positif di balik segala peristiwa. Bersyukur membuat kita menyadari bahwa Allah mengasihi kita, sehingga kita memiliki keyakinan untuk terus menghadapi hidup mendatang. Sukacita dan keyakinan ini membuat kita hidup tenang sehingga (mudah-mudahan) dapat mencapai usia lanjut.
Dengan mau belajar dari setiap peristiwa yang kita alami, maka hal ini membentuk diri kita menjadi manusia unggul yang tahan banting. Syukur juga membuat kita dapat menguasai emosi, sehingga kita dapat tetap ramah kepada semua orang. Marilah kita selalu bersyukur atas setiap peristiwa yang kita alami ….
BLOG DENGAN ANEKA CONTENT GAYA HIDUP, KESEHATAN, TIPS DAN TRIK, BISNIS, CERITA DAN HUMOR
Minggu, 05 Desember 2010
Jumat, 03 Desember 2010
DIET MENURUT GOLONGAN DARAH
Tubuh gendut atau gemuk sangat tidak mengenakkan atau kurang nyaman bagi semua orang, termasuk kita semua. Jangankan kegemukan, kelebihan sedikit berat badan juga kurang bagus bagi kita semua khususnya bagi para kaum muda dan orang tua yang suka menjaga pola hidup atau KESEHATAN mereka. Untuk itu semua orang yang mengalami hal tersebut diatas psti ingin menurunkan berat badan dengan cara DIET.
Dr. Peter J. D’Adamo, seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, yang menemukan model diet ini. Setelah selama 7 tahun melakukan penelitian terhadap 4.000 pasien yang datang ke kliniknya, akhirnya D’Adamo sampai pada kesimpulan, betapa penting pola makan berdasarkan penggolongan tipe darah. Selain jadi sehat, badan pun ikut langsing bila kita rajin mempraktikkan diet ini.
Setiap tipe darah, tulis D’Adamo dalam bukunya, Eat Right For Your Type yang menjadi bestseller di Amerika, akan mengidentifikasikan unsur-unsur asing, entah bakteri, virus, atau darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh, dan menandainya sebagai “teman” atau “musuh”. Begitu juga dengan makanan, yang diidentifikasi melalui lektin (protein yang umumnya terdapat pada makanan). Jika tak cocok, ditandai sebagai “musuh”. Lektin yang tak cocok ini akan membuat sel darah menggumpal (proses aglutinasi). Inilah yang lalu mengakibatkan banyak keluhan kesehatan, seperti terganggunya keseimbangan hormon dan produksi insulin, hingga memunculkan penyakit degeneratif semisal jantung, diabetes, ataupun kanker.
Oleh sebab itu, lektin yang masuk, hendaknya disesuaikan dengan golongan darah kita. Nah, D’Adamo telah membuatkan daftar makanan yang dimasukkan ke dalam golongan sangat baik, netral, dan harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik berarti makanan itu bekerja bagaikan obat. Sedangkan yang netral, boleh dimakan tetapi hanya memberi pengaruh kecil bagi tubuh. Akan halnya yang harus dihindari, tak lain karena makanan itu bagaikan racun bagi tubuh.
Sesuai Kebutuhan Individu
Yang jelas, jika Anda ingin menerapkan diet berdasarkan tipe darah sebagaimana diet-diet lainnya (Dr. Atkints Diet, Zona Diet, Blood Type Diet, Zodiac Diet, ataupun South Beach Diet), disarankan untuk mengonsultasikannya lebih dulu pada dokter atau ahli gizi. Meskipun berbagai macam diet tersebut populer dan bukunya menjadi bestseller di negara asalnya, tidak berarti penerapannya serta merta akan berhasil. “Karena pola makan atau diet setiap orang unik dan berbeda. Apa yang cocok untuk si A belum tentu cocok buat si B,” ungkap Hindah Muaris, praktisi teknologi pangan, gizi, dan kuliner, yang juga penulis berbagai buku resep makanan kesehatan.
Lebih jauh dijelaskan Hindah, pola diet yang benar harus mengacu pada kebutuhan nutrisi. Nah, kebutuhan nutrisi setiap orang tergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, faktor emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita. Selain juga kebiasaan makan berdasarkan lingkungan budaya. Misalnya untuk mendapatkan sumber karbohidrat orang Amerika lebih memilih roti, sedangkan orang Asia makan nasi. Pengetahuan tentang hal-hal ini menjadi acuan untuk menerapkan pola diet yang tepat.
Disamping itu, bagi banyak ahli gizi, diet yang paling direkomendasikan sampai saat ini adalah gizi seimbang. Diet ini menerapkan pola makan yang mengasup protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah sesuai kebutuhan. Artinya, makanan yang kita asup setiap hari harus mengandung semua unsur tersebut.
Misal, hari ini makan nasi untuk sumber karbohidrat, lalu tempe untuk protein, dan minyak untuk lemak. Sementara kebutuhan vitamin dan mineralnya didapat dari oseng buncis dan wortel. Ditambah susu sebagai penyempurna nutrisi yang diperlukan, karena dalam susu terkandung zat gizi lengkap yang diperlukan tubuh kita. Hari selanjutnya, nasi bisa diganti tepung (roti) atau jagung. Yang penting harus bervariasi. Seimbang tapi tidak membosankan. “Dan jangan lupa minum susu setiap hari, karena susu kaya akan zat gizi yang dapat mensubtitusi zat gizi yang mungkin tak terpenuhi oleh bahan pangan lain!” tandas Hindah.
Dr. Peter J. D’Adamo, seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, yang menemukan model diet ini. Setelah selama 7 tahun melakukan penelitian terhadap 4.000 pasien yang datang ke kliniknya, akhirnya D’Adamo sampai pada kesimpulan, betapa penting pola makan berdasarkan penggolongan tipe darah. Selain jadi sehat, badan pun ikut langsing bila kita rajin mempraktikkan diet ini.
Setiap tipe darah, tulis D’Adamo dalam bukunya, Eat Right For Your Type yang menjadi bestseller di Amerika, akan mengidentifikasikan unsur-unsur asing, entah bakteri, virus, atau darah yang ditransfusikan ke dalam tubuh, dan menandainya sebagai “teman” atau “musuh”. Begitu juga dengan makanan, yang diidentifikasi melalui lektin (protein yang umumnya terdapat pada makanan). Jika tak cocok, ditandai sebagai “musuh”. Lektin yang tak cocok ini akan membuat sel darah menggumpal (proses aglutinasi). Inilah yang lalu mengakibatkan banyak keluhan kesehatan, seperti terganggunya keseimbangan hormon dan produksi insulin, hingga memunculkan penyakit degeneratif semisal jantung, diabetes, ataupun kanker.
Oleh sebab itu, lektin yang masuk, hendaknya disesuaikan dengan golongan darah kita. Nah, D’Adamo telah membuatkan daftar makanan yang dimasukkan ke dalam golongan sangat baik, netral, dan harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik berarti makanan itu bekerja bagaikan obat. Sedangkan yang netral, boleh dimakan tetapi hanya memberi pengaruh kecil bagi tubuh. Akan halnya yang harus dihindari, tak lain karena makanan itu bagaikan racun bagi tubuh.
Sesuai Kebutuhan Individu
Yang jelas, jika Anda ingin menerapkan diet berdasarkan tipe darah sebagaimana diet-diet lainnya (Dr. Atkints Diet, Zona Diet, Blood Type Diet, Zodiac Diet, ataupun South Beach Diet), disarankan untuk mengonsultasikannya lebih dulu pada dokter atau ahli gizi. Meskipun berbagai macam diet tersebut populer dan bukunya menjadi bestseller di negara asalnya, tidak berarti penerapannya serta merta akan berhasil. “Karena pola makan atau diet setiap orang unik dan berbeda. Apa yang cocok untuk si A belum tentu cocok buat si B,” ungkap Hindah Muaris, praktisi teknologi pangan, gizi, dan kuliner, yang juga penulis berbagai buku resep makanan kesehatan.
Lebih jauh dijelaskan Hindah, pola diet yang benar harus mengacu pada kebutuhan nutrisi. Nah, kebutuhan nutrisi setiap orang tergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, faktor emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita. Selain juga kebiasaan makan berdasarkan lingkungan budaya. Misalnya untuk mendapatkan sumber karbohidrat orang Amerika lebih memilih roti, sedangkan orang Asia makan nasi. Pengetahuan tentang hal-hal ini menjadi acuan untuk menerapkan pola diet yang tepat.
Disamping itu, bagi banyak ahli gizi, diet yang paling direkomendasikan sampai saat ini adalah gizi seimbang. Diet ini menerapkan pola makan yang mengasup protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah sesuai kebutuhan. Artinya, makanan yang kita asup setiap hari harus mengandung semua unsur tersebut.
Misal, hari ini makan nasi untuk sumber karbohidrat, lalu tempe untuk protein, dan minyak untuk lemak. Sementara kebutuhan vitamin dan mineralnya didapat dari oseng buncis dan wortel. Ditambah susu sebagai penyempurna nutrisi yang diperlukan, karena dalam susu terkandung zat gizi lengkap yang diperlukan tubuh kita. Hari selanjutnya, nasi bisa diganti tepung (roti) atau jagung. Yang penting harus bervariasi. Seimbang tapi tidak membosankan. “Dan jangan lupa minum susu setiap hari, karena susu kaya akan zat gizi yang dapat mensubtitusi zat gizi yang mungkin tak terpenuhi oleh bahan pangan lain!” tandas Hindah.
Label:
CARA DIET ALAMI,
CARA DIET SEHAT,
DIET,
OBAT DIET ALAMI
KEKAYAAN YANG DI BERKAHI
TIPS DAN TRIK
Ketika ada pertanyaan. Penting mana, kaya atau berkah? Tergantung tolak ukur yang digunakan, bila hanya berpikir mendapatkan dan mengumpulkan uang semata maka memilih kaya dengan cara apapun. Namun bila yang digunakan adalah tolak ukur adalah kehalalan, uang yang diterima bersumber pada yang benar dan diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka memilih keberkahan.
Di zaman seperti sekarang ini, banyak orang mengatakan 'Mencari yang haram aja susah, apalagi mencari yang halal' sehingga mencarinya dengan segala cara, mengejar materi yang penting pokoknya dapat. yang penting, kaya. Mengabaikan yang halal dan haram seolah menjadi lumrah. Namun bila kita cermati secara seksama harta yang banyak berarti kemudahan, kesenangan, menghadirkan kegembiraan berujung derita karena didapat dari sumber yang haram. Demikian juga yang hartanya sedikit, susah, tidak menyenangkan ternyata akhirnya membahagiakan karena didapat dari sumber yang halal.
'Akan datang suatu zaman manusia dimana cita-cita mereka untuk kepentingan perut mereka, kemuliaan mereka dilihat dari atribut perhiasan mereka, kiblat mereka adalah perempuan yang molek dan agama mereka adalah uang dan harta benda, mereka itulah seburuk-buruknya generasi. Dan tidak ada kebaikan disisi Allah.' (HR. ad-Dailami).
Kekayaan tidak menjamin hidup kita bahagia, sebagaimana kemiskinan bukan jaminan hidup kita susah. Alangkah indahnya bila kita menjadi orang kaya yang berkah karena kekayaan yang membawa keberkahan menghadirkan segala kebaikan, menghapus kegelisahan, menghilangkan keputusasaan, menambah optimis dan mengokohkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Teman, Mari kita sama2 berdoa memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan rizki yang membawa keberkahan untuk kita dan keluarga kita,
'Ya Allah, curahkanlah keberkahan dari apa-apa yang telah Engkau berikan rizki kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.' (HR. Ibnu As-Sani).
Ketika ada pertanyaan. Penting mana, kaya atau berkah? Tergantung tolak ukur yang digunakan, bila hanya berpikir mendapatkan dan mengumpulkan uang semata maka memilih kaya dengan cara apapun. Namun bila yang digunakan adalah tolak ukur adalah kehalalan, uang yang diterima bersumber pada yang benar dan diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka memilih keberkahan.
Di zaman seperti sekarang ini, banyak orang mengatakan 'Mencari yang haram aja susah, apalagi mencari yang halal' sehingga mencarinya dengan segala cara, mengejar materi yang penting pokoknya dapat. yang penting, kaya. Mengabaikan yang halal dan haram seolah menjadi lumrah. Namun bila kita cermati secara seksama harta yang banyak berarti kemudahan, kesenangan, menghadirkan kegembiraan berujung derita karena didapat dari sumber yang haram. Demikian juga yang hartanya sedikit, susah, tidak menyenangkan ternyata akhirnya membahagiakan karena didapat dari sumber yang halal.
'Akan datang suatu zaman manusia dimana cita-cita mereka untuk kepentingan perut mereka, kemuliaan mereka dilihat dari atribut perhiasan mereka, kiblat mereka adalah perempuan yang molek dan agama mereka adalah uang dan harta benda, mereka itulah seburuk-buruknya generasi. Dan tidak ada kebaikan disisi Allah.' (HR. ad-Dailami).
Kekayaan tidak menjamin hidup kita bahagia, sebagaimana kemiskinan bukan jaminan hidup kita susah. Alangkah indahnya bila kita menjadi orang kaya yang berkah karena kekayaan yang membawa keberkahan menghadirkan segala kebaikan, menghapus kegelisahan, menghilangkan keputusasaan, menambah optimis dan mengokohkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Teman, Mari kita sama2 berdoa memohon kepada Allah agar berkenan melimpahkan rizki yang membawa keberkahan untuk kita dan keluarga kita,
'Ya Allah, curahkanlah keberkahan dari apa-apa yang telah Engkau berikan rizki kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.' (HR. Ibnu As-Sani).
Langganan:
Postingan (Atom)