Kebanyakan pria memiliki pengalaman yang terjadi secara teratur, yaitu bangun di pagi hari dengan keadaan ereksi. Inilah yang menyebabkan adanya istilah 'serangan fajar' pada pasangan yang sudah menikah.
Kenapa penis bisa 'bangun' di pagi hari?
Ereksi pagi atau Nocturnal Penile Tumescence (NPT) merupakan peristiwa fisiologis yang normal. Hal ini terjadi selama tahap tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur dalam saat terjadi mimpi, meningkatnya laju respirasi dan aktivitas otak, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yaang cepat.
Hal ini terjadi sekitar 3-5 kali per malam selama tidur. Jadi jika seseorang terbangun selama tahap tidur REM, maka orang tersebut akan mengalami ereksi sekitar 20 menit. Hal ini dapat terjadi dalam beberapa hari, setiap hari atau tidak terjadi sama sekali.
Penyebab pasti ereksi pagi belum diketahui. Tapi seperti dilansir dari Wellsphere, Selasa (29/6/2010), para ahli memperkirakan ereksi pagi disebabkan oleh stimulan otak yang terjadi pada fase tidur dalam REM.
Pada tahap REM, struktur kerangka otot tubuh sedang rileks dan menyebabkan kapiler dalam tubuh mengalami hypervasodilation (sangat sensitif), sehingga terjadilah ereksi.
Alasan lain terjadinya ereksi pagi hari adalah karena adanya peningkatan kadar testosteron pada tengah malam hingga menjelang fajar. Kadar testosteron mulai meningkat dan mencapai puncaknya pada sekitar pukul 5 hingga 8 pagi. Ereksi ini juga terkait dengan peningkatan denyut jantung.
Satu hipotesis bahwa ereksi ini adalah cara tubuh untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi kerja yang baik. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi ereksi pagi, seperti panjang dan kualitas tidur yang baik.
Perubahan dalam ereksi pagi hari tidak selalu menunjukkan masalah serius. Ereksi pagi bisa saja tidak terjadi karena seseorang bangun pada tahap tidur yang lain, selain tahap tidur REM.
Tapi dokter menggunakan ereksi pagi untuk menilai kasus disfungsi penis dan memutuskan apakah itu karena faktor psikologi atau fisiologis.
Jika seorang pasien tidak dapat ereksi sebagai respons terhadap rangsangan seksual dan tidak mengalami ereksi pagi, maka penyebabnya adalah disfungsi fisiologis. Jika dia masih bisa ereksi pagi maka penyebab disfungsi hanya psikologis.
sumber detik.com
BLOG DENGAN ANEKA CONTENT GAYA HIDUP, KESEHATAN, TIPS DAN TRIK, BISNIS, CERITA DAN HUMOR
Selasa, 29 Juni 2010
Minggu, 13 Juni 2010
CARA MENGENDALIKAN EMOSI
Ketidakmampuan mengendalikan emosi, seperti marah, memahitkan hati dan menimbulkan penyesalan; untuk memulihkannya, kita butuh perubahan dan pertobatan.
Kapan orang pintar, suci, terhormat menjadi bodoh? Mereka menjadi bodoh saat tidak dapat mengendalikan emosi, misalnya pada saat marah, maka dari mulutnya keluar ucapan mengenai kebun binatang: “Anjing”, “Monyet”, dan lain-lain. Orang yang mendapatkan ucapan seperti itu tentu saja dapat menjadi marah juga, sehingga seringkali menimbulkan pertengkaran di antara keduanya.
Orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya pun tidak berbeda dengan binatang itu sendiri. Kita manusia, sebagai ciptaan Tuhan terbaik, memiliki pikiran (otak) dan budi (hati nurani), tetapi binatang tidak memiliki keduanya. Bila anjing ingin kawin, maka ia dapat melakukannya dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Hal ini jelas tidak akan dilakukan oleh manusia yang sehat jasmani dan rohani.
Bila kita melakukan sesuatu karena emosi, maka hasilnya tidak memuaskan bahkan mengecewakan, sehingga yang timbul kemudian adalah penyesalan dan kepahitan hati. Untuk memulihkan semua hal tersebut, maka kita membutuhkan perubahan, atau bahkan pertobataan, agar kita dapat pulih kembali seperti semula.
Nah … daripada menyesal kemudian, marilah sebelum bertindak kita hening sejenak, dan memikirkan apa dampak dari tindakan yang kita lakukan. Jangan lakukan bila dampaknya negatif dan merugikan kita serta orang lain, tetapi silahkan lakukan bila tindakan tersebut memberikan manfaat positif.
Kapan orang pintar, suci, terhormat menjadi bodoh? Mereka menjadi bodoh saat tidak dapat mengendalikan emosi, misalnya pada saat marah, maka dari mulutnya keluar ucapan mengenai kebun binatang: “Anjing”, “Monyet”, dan lain-lain. Orang yang mendapatkan ucapan seperti itu tentu saja dapat menjadi marah juga, sehingga seringkali menimbulkan pertengkaran di antara keduanya.
Orang yang tidak dapat mengendalikan emosinya pun tidak berbeda dengan binatang itu sendiri. Kita manusia, sebagai ciptaan Tuhan terbaik, memiliki pikiran (otak) dan budi (hati nurani), tetapi binatang tidak memiliki keduanya. Bila anjing ingin kawin, maka ia dapat melakukannya dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Hal ini jelas tidak akan dilakukan oleh manusia yang sehat jasmani dan rohani.
Bila kita melakukan sesuatu karena emosi, maka hasilnya tidak memuaskan bahkan mengecewakan, sehingga yang timbul kemudian adalah penyesalan dan kepahitan hati. Untuk memulihkan semua hal tersebut, maka kita membutuhkan perubahan, atau bahkan pertobataan, agar kita dapat pulih kembali seperti semula.
Nah … daripada menyesal kemudian, marilah sebelum bertindak kita hening sejenak, dan memikirkan apa dampak dari tindakan yang kita lakukan. Jangan lakukan bila dampaknya negatif dan merugikan kita serta orang lain, tetapi silahkan lakukan bila tindakan tersebut memberikan manfaat positif.
KEKUATAN DARI MIMPI
Mimpi, Keyakinan, dan Perhatian
Tanpa mimpi, HIDUP akan berakhir.Tanpa keyakinan, HARAPAN akan hilang.
Tanpa perhatian, tidak akan ada KASIH.
Jadi tetaplah berMIMPI dan miliki keyakinan serta perhatian
Agar kita dapat menjalani hidup dengan baik, maka ada tiga hal yang perlu kita miliki, yaitu mimpi, keyakinan, dan perhatian. Mimpi perlu kita miliki, karena hal ini menentukan tujuan dari hidup kita, sehiingga kita memiliki motivasi untuk mewujudkannya.
Tetapi mimpi itu tetap hanya menjadi mimpi bila kita tidak memiliki keyakinan untuk mewujudkannya. Keyakinan lah yang membuat kita memiliki kepercayaan bahwa mimpi tersebut dapat kita wujudkan dan harapan kita tetap terpelihara.
Kemudian hal lain yang tidak kalah penting adalah perhatian; dengan memberikan perhatian kepada orang lain yang ada di sekitar kita maka berarti kita pun menyebarkan kasih kepada mereka . Kasih ini merupakan pupuk dan penyemangat bagi setiap orang terutama mereka yang sedang menghadapi masalah dan beban dalam hidupnya.
Karena itu kita perlu tetap memiliki mimpi yang dapat kita wujudkan dengan penuh keyakinan, serta tidak lupa untuk terus memberikan perhatian kepada semua orang.
Langganan:
Postingan (Atom)